Jadi cerita nya begini…
.
Beberapa hari kemaren pas FB ngoprek2 algo nya, iklan saya
berulang kali bopeng.
Like nya buanyak, tapi si komeng ga muncul-muncul 🙁
.
Dulu spent 20 rebu aja udah tang ting tung aja tuh BBM &
Whatsapp.
Sekarang, pasang 50 rebu udah kayak kuburan, sepi brooo… :v
Iklan yang sudah lama running pun mendadak drop.
Padahal kemaren masih rame, padahal pas tanggal gajian.
Lha kok mendadak sunyi senyap?
.
Usut punya usut, gosipnya FB lg mata duitan.
Ada yang bilang goban udah ga laku.
Ada yang bilang minim setor 100rb per hari.
Ada yang bilang paling sedikit 200rb
Bahkan katanya kudu 500rb supaya tuyul nya mau nongol, bwaahahaha…
.
Sekarang kompetisi sudah semakin gil-gilaan.
Budget kecil kemungkinan bakal di cuekin sama si Mark.
Budget gede bisa dapet kakap lebih banyak.
.
Masalahnya, merubah mindset 50 ribu ke 500 ribu ini kan gak
gampang, butuh mental nekad.
Apalagi nyubitol seperti saya ini, deg-degannya ngalah-ngalahin
ijab qobul…!! #ahlebay
.
Buat mastah yang udah jago ngiklan, malah jadi peluang.
Kompetitor makin dikit, hehe..
Makanya banyak mastah sekarang yang baru ngiklan beberapa
ratus ribu, pas tau profit, langsung hajar 2 s/d 4 juta sehari.
Pas di tanyain, profit naik ?
Naik buanyak.
Syukur lah…
Brarti worth.
.
Masalahnya kan saya yang newbie ini siap nya dapet untung
gede, bukan siap keluar duit gede, wahahaha…
Jadinya yaa…meski ditunjukin hasil scale up dan profit orang
lain, masih aja gak pede.
.
Sampai akhirnya saya chat sama om Rianto Astono soal budget
dan profit ideal.
Intinya lebih baik keluar budget gede dapet profit, daripada
budget kecil tapi ga ada sales.
.
Karena dengan budget besar masih memungkinkan dapat prospek banyak yang bisa mendatangkan sales.
Dibandingkan budget kecil tapi ga ada pembeli satu pun.
.
Tapi jangan lupa, buat pemain lokal seperti saya ini,
kayaknya gak cukup hanya sekedar siap budget gede dan
audience tertarget saja.
Harus siap tim yang mumpuni juga.
Bahasa kita namanya Admin atau CS.
.
Ya iya lah, secara buyer lokal masih suka chit-chat
ketimbang add to chart.
Percuma dong budget gede, prospek banyak yang masuk tapi
closing nya seuprit.
.
Kembali ke fokus profit harian.
Maka beberapa hari kemarin saya mulai atur strategi untuk
Tim CS.
.
Saya tetapkan dulu biaya iklan mulai 5% dari target omset.
Semisal saya pasang iklan 200.000 per hari dengan jualan
produk senilai 100.000/pcs, maka target omset nya adalah
4.000.000, atau setara closing 40 pcs.
Ngitung nya :
Biaya iklan 200.000 : 5% = omset 4.000.000.
Omset 4.000.000 : harga barang 100.000 = 40 pcs/hari
.
( Hehe…kalo baca itung-itungan diatas, itu termasuk pelit
ngeluarin duit atau terlalu serakah menentukan target ?
Ah, whatever lah ya…namanya juga usaha.
Di paksa-paksain dikit.
Bebas menentukan aturan, yang penting jadi duit :p )
.
Profit pun saya tetapkan, minimal 3x dari modal.
Jadi untuk harga barang se modal 50.000, harus berani jual 150.000.
Gimana caranya dapetin barang semodal 50 ribu bisa jual
150.000 ?
Wis embuh, pikiren dewe-dewe…:v
.
Nah, kan sudah ketemu tuh target sales nya minim 40 pcs per
hari, sekarang kita bagi dengan jam kerja 8 jam.
Brarti setiap 1 jam harus laku minimal 5 pcs.
.
Trus bagaimana cara supaya bisa laku 5 pcs per jam ?
Begini…
.
Saya pakai sistem jawab 2 menit per prospek.
Artinya setiap calon pembeli yang tanya-tanya atau mau beli,
saya kasih batasan 1 menit saja.
Lewat 2 menit belum closing, saya harus bales calon buyer
lainnya.
Jika semua calon pembeli sudah di respon, saya akan kembali
mem-follow up yang belum closing sebelumnya.
.
Wajib ini.
.
Makanya, kalo kata guru saya, prospek di banyakin supaya
peluang closing banyak pun lebih terbuka.
Kalo prospek cuma 10 orang ngarepin closing 10 orang, susye
mas broo…
.
Kalo target sales nya 40 pcs atau setara 40 orang, ya minim
yang invite BBM atau chat di SMS/Whatsapp/Inbox sekitar 100
orang lah.
Nah untuk banyakin prospek brarti audience atau target
market harus lebih luas lagi.
Yang liat iklan kita harus lebih banyak lagi.
.
Dan ini lah yang berkaitan dengan budget iklan.
Semakin besar budget iklan yang kita pasang, semakin banyak
pula orang-orang di Facebook yang akan melihat iklan kita.
Dan ostosmastis yang “terjaring” juga lusinan, hehe.
.
Oke, back to target, 2 menit respon tiap prospek.
Apa yang saya lakukan?
Disini saya gunakan jampi-jampi dari kang Dewa Eka Prayoga
dengan 17 Teknik Closing nya yang bisa di download di
bit.ly/17TeknikClosingPDF.
.
Dari 17 jurus itu, yang paling banyak saya gunakan 3 saja.
Karena 3 jurus ini yang sangat membantu closing lebih banyak, bahkan lebih cepat.
Sekedar info saja, dengan menggunakan 3 jurus ini Alhamdulillah saya pernah berhasil melakukan penjualan senilai 200 juta sebulan via BBM, sendirian, tanpa Tim.
.
Apa itu jurus nya ?
1. Yang bertanya yang menang
2. Ya…ya…ya…
3. Now or never
.
Jurus 1 & 2 ini biasanya saya gabungkan dalam setiap
interaksi dengan calon buyer/prospek.
Contoh :
– Calon Buyer (CB)
– Customer Service (CS)
CB : Tas motor nya yang di bit.ly/sboab189 harga berapa ?
CS : Tas Motor harga 189.000 om. Gratis Sepatu keren.
CS : Mau order 1 atau 2 pasang om?
CB : 1 pasang aja dulu
CS : Oke, kirim kemana om?
CB : Ke alamat ini
CS : Oke, totalnya sekian om.
CS : Mau transfer ke BCA, BNI, BRI atau Mandiri om ?
CB : BCA aja
CS : Oke, no rek BCA 123456789
CS : Rencana nya mau transfer sekarang atau nanti siang om?
CB : Sekarang aja ya, sebentar lagi saya transfer
CS : Oke om.
CB : Oiya om, kita juga ada produk Shoulder Bag di
bit.ly/ShoulderBag99. Buat nyimpen HP, dompet, kunci, dll.
Lebih praktis dan tampil kece om. Dijamin nambah kegantengan
73%, hehe.
Harga Normal 150.000. Kalo om order hari ini kami kasih harga promo cuma 99.000. Lebih hemat nya lagi, om tidak perlu tambah ongkir.
Cukup bayar ongkir untuk pembelian Tas Motor tadi saja. Saya
yakin om sangat berminat dengan produk ini.
CB : Oke saya beli Shoulder Bag nya 1 pcs.
CS : (YES! CLOSING!!)
.
Kalau di lihat dari pola interaksi diatas, CS lebih banyak menggunakan 2 Teknik Closing.
Setiap pertanyaan dari prospek di balas dengan jawaban dan
di lanjutkan dengan pertanyaan balik.
.
Memberikan pertanyaan balik ini hukumnya HARUS, supaya ada
interaksi secara terus menerus.
Jangan cuma dibalas jawaban tapi tidak ada pertanyaan balik,
ntar bakal menuh-menuhin kontak HP aja.
.
Nah, pertanyaan balik yang di gunakan adalah yang mengandung unsur “Ya…Ya…Ya”, atau pertanyaan dengan jawaban pilihan,
sehingga prospek pun secara tidak sadar di arahkan untuk
menjawab dari pilihan yang kita sediakan saja.
Intinya, apapun jawaban calon pembeli, ujung-ujungnya
closing.
( 1 atau 2? ), ( Sekarang atau nanti siang? ), ( BCA, BNI, BRI
atau Mandiri? ).
.
Bahkan di bagian akhir, CS berhasil melakukan up selling
produk lain yang masih berkaitan dengan produk yang di beli
sebelumnya menggunakan penawaran Diskon (jurus Now or
Never).
.
Dari beberapa kali praktek jurus ini, Alhamdulillah saya bisa closing lebih dari target yang saya tetapkan, bahkan lebih cepat.
.
Dengan asumsi split test iklan bagus, ada profit, maka ini yang saya lakukan :
1. Menaikkan budget iklan lebih besar setiap hari
2. Membuat target closing harian
3. Merespon cepat pertanyaan calon pembeli dengan baik
4. Menggunakan teknik closing “Yang Menang Yang Bertanya”, “Ya…Ya…Ya…” dan “Now or Never”
5. Memberikan batasan maksimal 2 menit untuk melayani calon pembeli
6. Melakukan follow up untuk calon pembeli sebelumnya yang belum closing
7. Disiplin
.
Mungkin ini yang di maksud “berkelahi dengan waktu” versi saya, cara mendatangkan sales lebih banyak dengan waktu cepat.
.
So, jangan ragu-ragu soal budget iklan gede, selama sudah di
tes dan profit, gedein lagi aja besoknya.
Tapi ingat ya, siapkan tim yang handal supaya target yang di
dapat terlampaui dan lebih manusiawi.
.
Gut lak..!