Hal pertama yang harus dilakukan ketika ingin memasarkan sesuatu, entah itu produk fisik maupun digital, produk sendiri, affiliate offer maupun dropshiping adalah melihat apakah sudah ada “pasar” untuk penawaran/produk tersebut.

Supaya mudah disimak, mari kita ambil contoh produk yang juga mudah : gembok alarm motor.

Yuk kita gali data-datanya :

  • Volume pencarian keyword GKP (Google Keyword Planner) :

+ puluhan keywords lain (dengan volume) yang berhubungan .

  • Volume penjualan di marketplace lokal :

tokopedia1

tokopedia2

+ puluhan produk “gembok alarm motor” yang terjual dengan volume cukup banyak di tokopedia dan tempat lainnya (bukalapak, lazada, dll).

  • Trend Pencarian :

trend kw “gembok alarm motor”

Trend stabil dan cenderung naik.

Dari hanya 3 data diatas, dapat diambil kesimpulan sementara bahwa “gembok alarm motor” merupakan produk yang memiliki demand cukup tinggi yang terbukti laku dijual sehingga layak untuk digarap.

Ketiga pertanyaan berikut sudah terjawab dengan sempurna :

(1) apakah ada demand, (2) seberapa besar dan (3) bagaimana trendnya.

Langkah selanjutnya adalah menggali data lain seputar produk tersebut yang tak kalah penting :

  • Berapa harga jual dan berapa margin keuntungan maksimum yang dapat diperoleh?

Dari data ini, kita dapat mengetahui apakah produk layak diiklankan dan berapakah cost per conversion maksimal supaya ROI hijau.

  • Dimanakah mendapatkan supply produk?

Jika kita dapat menemukan supplier tangan pertama yang memasok barang kepada penjual yang menjual dengan harga termurah, maka kita dapat berkompetisi dengannya. Tetapi jika kita hanya bisa mengambil barang dari penjual (bukan dari supplier tangan pertama), maka berkompetisi dengannya sama saja bunuh diri :v

Solusinya adalah mencari “lahan” baru. Memindahkan lapak dari pasar ke butik atau ke pasar lain yang lebih besar.

Disanalah kita pada akhirnya bertemu dengan pasar mahabesar bernama (salah satunya) Facebook!

Maka next, mari kita bermain dengan data yang ada di Facebook.

Data di Facebook

Sedikit berbeda dengan data-data yang sudah dibahas sebelumnya (yang mengkonfirmasi jika produk “gembok alarm motor” layak untuk digarap), data di facebook muncul dalam wujud aktivitas sosial beserta seluruh attributenya.

Secara garis besar, kita akan menarget seluruh pemilik motor yang menggunakan Facebook.

Mostly, interest yang betul-betul klop tidak/belum tersedia untuk banyak sekali produk (terutama lokal) sehingga kita tidak bisa melakukan targeting berdasarkan interest.

Ini adalah salah satu alasan mengapa saya meletakkan interest sebagai prioritas audience nomor 5 di buku “Facebook Marketing Rocks” >> http://fbm.rocks/

So, cara untuk menarget adalah dengan menemukan terlebih dahulu buyer persona, yakni siapa-siapa saja orang yang akan membeli produk Anda :

  • Demographic characteristics : age, location and income.
  • Psychographics : interests, reasons for buying and concerns.
  • Buyer behavior traits.

Buyer persona yang ideal terbentuk dari kombinasi market research dan konsumen yang sudah kita miliki sebelumnya.

Dan untuk banyak sekali campaign, termasuk campaign yang membutuhkan test untuk produk yang tidak dikonfirmasi ‘kelayakannya’ dari data-data yang sudah ada, buyer persona membutuhkan bakar-bakaran uang untuk membeli data (saya sebut sebagai data B) yang nantinya akan menghasilkan gambar berikut :

data breakdown

Lalu bagaimana cara untuk melakukannya?

Yeah, puzzle ini masih akan berlanjut di Data Marketing 103… :v

Semoga bermanfaat